Seorang remaja, kata dr Petrin, memiliki masa peralihan dari berpikir konkret di usia anak menjadi berpikir abstrak. "Remaja dapat berpikir secara abstrak dari hipotesis, dapat memertimbangkan banyak ...
Felisitas menjelaskan, karena si remaja memiliki konsep di pola pikirnya adalah habis melakukan hal tersebut, nantinya mereka mendapat apa yang dimau. Jadinya seperti anak-anak saja mengerjakan ...